Penelitian Dengan Metode Deskriptif

Leave a comment

2.1 Pengertian

Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

Whitney (1960) berpendapat, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.

Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Dengan metode ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan memilih hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Karenanya mentode ini juga dinamakan studi kasus (status study).

Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standar-standar sehingga penelitian ini disebut juga survei normatif. Dalam metode ini juga dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskritif. Perspektif waktu yang dijangkau, adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

2.2 Tujuan

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

2.3 Ciri-ciri Metode Deskriptif

  • Untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka.(secara harafiah)
  • Mencakup penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental.
  • Secara umum dinamakan metode survei.
  • Kerja peneliti bukan saja memberi gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi :
    • menerangkan hubungan,
    • menguji hipotesis-hipotesis
    • membuat prediksi, mendapatkan makna, dan
    • implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan
    • Mengumpulkan data dengan teknik wawancara dan menggunakan schedule qestionair/interview guide.

2.4 Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

Ditinjau dari segi masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu, penelitian ini dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:

  • Metode survei,
  • Metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive),
  • Penelitian studi kasus
  • Penelitian analisis pekerjaan dan aktivitas,
  • Penelitian tindakan (action research),
  • Peneltian perpustakaan dan dokumenter.

2.5 Kriteria Pokok Metode Deskriptif

Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus. Kriteria tersebut sebagai berikut:

  1. kriteria umum
  • Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.
  • Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum
  • Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
  • Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas.
  • Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
  • Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan.
  1. Kriteria Khusus
  • Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
  • Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status
  • Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu, tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.

2.6 Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif

Dalam melaksanakan penelitian deskripif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:

    1. Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
    2. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisih dari masalah.
    3. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan.
    4. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji baik secara eksplisit maupun implisit.
    5. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
    6. Membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kuranggi penggunaan statistik sampai kepada batas-batas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan.
    7. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh dan referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
    8. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.
    9. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah.

Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverivikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.

Sumber Klik Disini

Persyaratan untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus Tahun 2012/2013

Leave a comment


  • UMUM :
  1. Sedang menempuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1) pada semester IV dari semua disiplin ilmu.
  2. IPK minimum 3.00 pada semester III.
  3. Dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 hingga akhir semester IV.
  4. Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar Kampus.
  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain
  • ADMINISTRASI :
  1. Mengisi Form Pendaftaran yang tersedia di Bagian Kemahasiswaan di Kampus masing-masing, atau download di website ini
  2. Fotocopy Kartu Hasil Studi semester III.
  3. Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi.
  4. Surat keterangan dari Kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
  5. Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.
  • TES SELEKSI : 
  • Tes Potensi Akademik (TPA)  dan  Wawancara.
  • VERIFIKASI :
    Memastikan kandidat yang lolos tes seleksi dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 pada akhir semester IV.
  • PENGUMUMAN :
    Dapat dilihat di website ini dan juga tersedia di Bagian Kemahasiswaan Kampus.
  • Tanggal-tanggal Penting:
Pendaftaran : 1 April – 31 Mei 2012
Seleksi : 1 Juni – 18 Juli 2012
Verifikasi : 21 – 30 Agustus 2012
Pengumuman : 31 Agustus 2012
Periode Aktif : 1 September 2012 – 31 Agustus 2013

Sumber dan Formulir dapat didowload disini

Beasiswa D2, D3, dan S1 ke Jepang 2013/2014

Leave a comment

Info Beasiswa S1 – Akhirnya beasiswa D2, D3, dan S1 untuk tahun ajaran 2013/2014 kembali dibuka juga. Akhir-akhir ini, kita paling sering mendapat pertanyaan seputar beasiswa ke Jepang ini, apakah tahun ini kembali dibuka, apakah rutin diadakan setiap tahunnya, dll.

Sempat bikin kita ketar-ketir juga, soalnya tanggal pembukaan beasiswa ini sedikit mundur dari tahun kemarin. Padahal program yang rutin diadakan oleh Pemerintah Jepang setiap tahunnya ini merupakan beasiswa favorit teman-teman, terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan setiap kali ada informasi seputar beasiswa ini

Persyaratan Umum

  • Lahir antara 2 April 1991 dan 1 April 1996
  • Lulus SMA dengan nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal:
    • 8,4 untuk jenjang S1
    • 8,2 untuk jenjang D3
    • 8,0 untuk jenjang D2

Program Studi Pilihan

  • D2 mana masa belajar adalah 2 tahun (termasuk belajar bahasa Jepang selama 1 tahun).

Civil Engineering and Architecture; Electrical and Electronic Engineering; Wireless Communication; Computer; Information Processing; Nourishment; Cooking; Nursery Teacher Training; Nursing Welfare; Social Welfare; Management; Travel; Bussiness; Harmony Dressmaking; Music; Art; Design; Photograph; dll

  • D3 di mana masa belajar adalah 4 tahun (termasuk belajar bahasa Jepang selama 1 tahun).

Kimia : Jurusan yang terkait pada bidang kimia seperti “Materials Engineering” dll.

Fisika : Jurusan lain seperti “Mechanical Engineering”, “Electrical and Electronic Engineering”, “Information, Communication, and Network Engineering”, “Architecture and Civil Engineering”, Maritime Engineering” dll.

  • S1 di mana masa belajar adalah 5 tahun (termasuk belajar bahasa Jepang selama 1 tahun). Khusus untuk jurusan kedokteran umum, gigi, hewan, dan farmasi masa studi bisa mencapai 7 tahun

IPS : Laws, Politics, Pedagogy, Sociology, Literature, History, Japanese language, Economics, Business Administration, and others.

IPA-a : Science (Mathematics, Physics, Chemistry); Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical Engineering, Information Engineering); Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval Architecture); Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental Engineering); Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry, Textile Engineering); and other fields (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime Engineering, Biotechnology)

IPA-b : Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries); Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienics, Nursing); Science (Biology)

IPA-c : Medicine; Dentistry

Cakupan Beasiswa

Beasiswa yang diberikan meliputi:

  • Uang pendaftaran dan ujian masuk universitas
  • Biaya kuliah
  • Tiket ekonomi Jakarta – Jepang (pulang pergi)
  • Tunjangan per bulan 117.000 yen untuk tahun 2012. Untuk tunjangan tahun 2013 ada kemungkinan terjadi perubahan nominal
  • Tidak ada ikatan dinas

Tahapan Pendaftaran

  • Mengisi formulir sesuai program yang diingikan. Teman-teman hanya boleh mendaftar pada 1 program, apakah D2, D3 atau S1. Silakan download formulir D2formulir D3formulir S1 (langsung klik linknya saja).
  • Kirimkan formulir, fotokopi ijazah,  fotokopi nilai ijazah, fotokopi rapor kelas 3 semester 2 (jika belum ada bisa minta surat keterangan dari sekolah) ke alamat yang ada di bagian bawah artikel.
  • Bagi kandidat yang lolos seleksi dokumen, akan dipanggil untuk mengikuti tes tertulis pada bulan Juli. Soal ujian menggunakan bahasa Inggris.
    • D2: Bahasa Inggris dan Matematika
    • D3: Matematika dan Fisika/Kimia
    • S1: Bahasa Inggris dan Matematika (IPS), Bahasa Inggris, Matematika, Kimia dan Fisika (IPA-a), Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Biologi (IPA-b,c)
    • Bagi kandidat yang lolos tes tertulis, akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta pada bulan Agustus. Wawancara diadakan dalam bahasa Indonesia
    • Bagi kandidat yang lolos wawancara, akan direkomendasikan ke Monbukagakusho
    • Pengumuman penerima beasiswa akan ditetapkan pada bulan Januari 2013.

Deadline

Semua dokumen yang dibutuhkan terkait beasiswa ke Jepang ini harus sudah diterima paling lambat 15 Juni 2012 (bukan cap pos), jadi sebaiknya begitu dokumen-dokumennya sudah lengkap, teman-teman bisa langsung mengirimkan aplikasinya ke salah satu alamat berikut:

  • Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M.H.Thamrin 24 Jakarta 10350 Telp. 021 – 319 24308 ps. 175, 176, dan 178
  • Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
    Jl. Sumatera No. 93, Surabaya Telp. 031 – 503 0008
  • Konsulat Jenderal Jepang di Medan
    Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan Telp. 061 – 457 5193
  • Kantor Konsuler Jepang di Makassar
    Jl. Jend. Sudirman No. 31, Makassar Telp. 0411 – 871 030

Lain-lain

Penerima beasiswa ketika lulus S1 bisa melanjutkan studi S2, ketika lulus D2 atau D3 bisa melanjutkan ke S1 sebagai mahasiswa tahun ketiga. Untuk memperoleh beasiswa akan dipertimbangkan berdasarkan prestasi dan hasil seleksi. Perpanjang beasiswa maksimal 2 tahun.

Sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html dan http://www.infobeasiswas1.com/beasiswa-d2-d3-dan-s1-ke-jepang-20132014/#more-583

Variabel Penelitian

Leave a comment

B. Variabel Penelitian

Variabel Penelitian merupaka suatu bangunan pengertian yang memiliki nilai dan bisa diukur. Kerlinger (1986) dalam Aminul Amin (1997) variabel itu merupakan simbol atau lambang yang padanya kita lekatkan bilangan atau nilai. Berarti variabel itu merupakan suatu konsep yang bisa diukur dan ada variasi nilainya. Karena nantinya variabel yang demikiannlah yang akan diukur melalui suatu teknik pengumpulan data.

Untuk itu supaya variabel bisa dioperasionalkan harus dipikirkan apakah tersedia indikator-indikator beserta sumber datanya. Karena hal ini akan ditentu-kan dimensi-dimensi pengukurannya.

Tipe-tipe variabel dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri pengukurannya dan peranannya dalam hubungannya dengan variabel.

1. Berdasar Perannya

Dalam hubungannya dengan peranan daripada variabel, memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang menjadi fokus utama dan ada yang hanya sebagai pengendali suatu fariabel utama. Adapun variabel itu adalah :

a. Variabel Pokok

1). Variabel bebas (independent variable)

Yaitu suatu variabel yang memiliki suatu peran mempengaruhi tentang baik-jelek, tinggi-rendah dari variabel yang lain, yaitu variabel tergantung.

2). Variabel terikat (dependent variable)

Variabel terikat atau variabel tergantung Yaitu suatu variabel yang tidak memiliki peran sebagaimana variabel bebas, karena keberadaan variabel itu sangat tergantung daripada peranan variabel bebas.

a. Variabel Kontrol

1). Variabel penekan

Yaitu suatu variabel yang menekankan hubungan diantara variabel pokok, hal ini bertujuan supaya peneliti dalam pengukurannya dapat melihat dapat mengamati suatu variabel yang menjadi fokus utamanya. Dalam arti dari hubungan yang semula tidak begitu tampak, maka dengan adanya variabel ini akhirnya hubungan itu akan nampak jelas.

2). Variabel pengganggu

Variabel ini menjadi kebalikan daripada variabel penekan, karena perannya atau keberadaan variabel ini hanya sebagai pengacau dari pengamatan suatu variabel utama dalam penyelidikan.

b. Variabel intervening (antara)

Keberadaan variabel ini diantara dua hubungan variabel pokok, dengan adanya variabel ini akhirnya pengamatan akan menjadi samar. Karena keberadaannya, variabel ini tidak begitu tampak akan tetapi didalam ilmu-ilmu sosial yang memang tidak bisa dipisahkan secara pasti, akhirnya akan menjadi pembayang akan variabel pokok tersebut.

1. Berdasar ciri pokoknya

a. Variabel diskrit

Yaitu suatu variabel yang nilainya tidak bisa dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal dibelakang koma. Variabel diskrit hanya bisa dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat.

b. Variabel kategori

Variabel ini yang membagi responden menjadi suatu kategori-kategori yang tidak saling tumpang tindih. Variabel ini terdiri variabel dikotomi, yaitu suatu variabel yang tidak lebih dari dua variabel, contoh pria dan wanita. Sedangkan variabel yang lebih dari dua kategori dinamakan varia-bel politomi, misalkan agama, status perkawinan, status sekolah dll.

Sebagai langkah dalam menentukan variabel tidak terlepas dari permasa-lahan-permasalahan yang sudah diidentifikasi oleh peneliti. Dari permasalahan yang sudah dipilih, lalu akan ditentukan variabel mana yang akan dijadikan atau akan diangkat menjadi suatu variabel penelitian. Akan tetapi hal demikian tidaklah mudah, perlu suatu pengetahuan atau cara untuk mengemukakan suatu variabel penelitian. Karena variabel ini nantinya yang akan dicari datanya melalui suatu pengukuran.

Untuk lebih mempermudah, bisa dilihat ilustrasi pada halaman 23. Dimana X semagai notasi daripada variabel bebas, sedangkan Y sebagai variabel terikat.

Dari ilustrasi pada halaman 23 akan nampak, bahwa variabel terikat (Y), misalkan saja Prestasi akademik dari siswa. Maka ternyata prestasi akademik sebagai variabel terikat, bahwasannya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menyebabkan baik-jeleknya suatu prestasi akademik siswa. Namun demikian sesuai dengan petunjuk di muka, bahwa tidak semua variabel yang diketahui atau yang ada itu akan dijadikan sebagai variabel penelitian semua. Akan tetapi sesuai dengan kriteria penentuan masalah dan variabel maka harus diperhatikan, mana-mana yang sesuai dengan keberadaan daripada peneliti utamanya adalah tingkat pengetahuan dan penguasaan metodologinya.

 

Di bawah ini akan dicontohkan beberapa variabel pendidikan, sastra dan ekonomi.

Contoh variabel Pendidikan

1. Kurikulum

2. Alat evaluasi

3. Proses Belajar Mengajar

4. Administrasi & Suvervisi

5. Bimbingan & Penyuluhan

6. Kecerdasan

7. Motivasi

8. Metode Pengajaran

9. Kepribadian

10. Lingkungan

11. Media Pengajaran

12. Kualitas Guru

13. Kreatifitas Guru

14. Pengalaman

15. Kondisi Sosial Ekonomi

16. Alat Peraga

17. Pengelolaan

18. Keaktipan

19. Lembar kerja siswa

Contoh variabel Sastra

1. Latar Belakang Sosiologis Penciptaan

2. Penokohan

3. Setting

4. Alur cerita

5. Ilustrasi

6. Unsur gaya

7. Unsur instrinsik

8. Peranan (tokoh)

9. Penggunaan kosa kata

10. Materi pragmatik

11. Menganalisa kalimat transformasi

12. Perbandingan tema

13. Kemampuan siswa dalam struktur kalimat

14. Pendekatan komunikatif

Contoh variabel ekonomi

1. Kompetensi sales

2. Omset penjualan

3. Modal usaha

4. Peningkatan produksi

5. Intensitas promosi

6. Profesionalisme

7. Rentabilitas

8. Analisa finansial

9. Inventory Controle

10. Expence Controle

11. Proses penyusunan laporan

12. Posisi likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas

13. Manajemen persediaan

14. Manajemen piutang

15. Analisa break even point

16. Faktor produksi

17. Volume penjualan

18. Diversifikasi produk

19. Keberhasilan pemasaran

20. Saluran distribusi

21. Service

22. Kepuasan konsumen

23. Harga

24. Segmentasi pasar

25. Intensif

26. Informasi akuntansi

27. Manajemen pemasaran

28. Pembelanjaan

29. Koordinasi

30. Pengawasan

31. Proses produksi

32. Pengalaman

33. Pengetahuan

34. Partisipasi

35. Pembagian kerja

36. Produktifitas

37. Efisiensi

38. Efektifitas

B. Cara Mengemukakan Masalah

Permasalahan dapat didefinisikan sebagai suatu statemen mengenai suatu jarak antara rencana dengan pelaksanaan, antara aspirasi dengan kenyataan, antara cita-cita dengan harapan, dan antara das sollen dan das sein (ujianto dalam Aminul Amin, 1997). Jarak diantara itu merupakan suatu ketimpangan atau kesenjangan. Permasalahan penelitian pada dasarnya berkenaan dengan jawaban atas pertanyaan apa yang hendak diteliti atau apa yang seharusnya dicari. Permasalah boleh jadi sebagai suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dengan kenyataan yang terjadi sebenarnya.

Jadi permasalahan penelitian menyangkut apa yang seharusnya dicari dalam suatu penelitian. Hingga dengan demikian karena jumlah dan jenis permasalahan itu banyak, maka sesudah masalah diidentifikasi atau dipilih tugas berikutnya adalah merumuskan permasalahan tersebut dalam bentuk yang dapat diteliti atau dapat dipecahkan persoalannya dan atau dicari jawabannya. Permasalahan yang akan dikemukakan dalam suatu penelitian harus mengikuti kriteria-kriteria seperti yang diutarakan dimuka. Perlu ditandaskan, bahwa masalah penelitian merupakan inti dasar atau utama dalam pelaksanaan penelitian. Karena pada hakekatnya pelaksanaan penelitian itu tidak lain adalah bertujuan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Dimana sebagai garis besarnya saja, setelah masalah ditentukan baru kemu-dian dicari jawabannya. Entah menggunakan pendekatan atau cara deduktif atau induktif. Namun pada akhirnya tujuannya sama yaitu menemukan suatu pemecahan atau jawaban dari suatu persoalan tersebut.

Dalam menjabarkan suatu permasalahan yang baik harus memperhatikan :

1. Menerangkan dengan jelas apa yang akan dipecahkan

Penjabaran permasalahan penelitian harus memperhatikan terhadap suatu tujuan dilaksanakannya suatu penelitian. Karena hal ini sebagai petunjuk arah pencarian jawabannya. Dengan demikian diperlukan suatu kejelasan secara rinci masalah-masalah yang harus dikemukakan. Sehingga tidak akan dipero-leh suatu kesimpulan ganda bahkan keluar jalur dari apa yang seharusnya dicari pemecahannya.

2. Membatasi ruang lingkup studi itu pada suatu permasalahan yang khusus.

Pembatasan ruang lingkup permasalahan perlu ditegaskan secara rinci. Hal ini bertujuan supaya hasil penelitiannya tidak bias. Selain itu ada kerangka pemikiran menuju pemecahan masalah yang lebih mendalam. Sehingga akan memenuhi kriteria validitas sebagaimana dalam teknik pengumpulan data, dalam artian bisa mencari pemecahan apa yang seharusnya dipecahkan.

 

METODE PENELITIAN KUALITATIF

Leave a comment

  1. Pendahuluan

Setiap kegiatan penelitian sejak awal sudah harus ditentukan dengan jelas pendekatan/desain penelitian apa yang akan diterapkan, hal ini dimaksudkan agar penelitian tersebut dapat benar-benar mempunyai landasan kokoh dilihat dari sudut metodologi penelitian, disamping pemahaman hasil penelitian  yang akan lebih  proporsional apabila pembaca mengetahui pendekatan yang diterapkan.

Obyek dan masalah penelitian memang mempengaruhi pertimbangan-pertimbangan mengenai pendekatan, desain ataupun metode penelitian yang akan diterapkan. Tidak semua obyek dan masalah penelitian bisa didekati dengan pendekatan tunggal, sehingga diperlukan pemahaman pendekatan lain yang berbeda agar begitu obyek dan masalah yang akan diteliti tidak pas atau kurang sempurna dengan satu pendekatan maka pendekatan lain dapat digunakan, atau bahkan mungkin menggabungkannya.

Secara umum pendekatan penelitian atau sering juga disebut                paradigma penelitian yang cukup dominan adalah paradigma penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.  Dari segi peristilahan para akhli nampak menggunakan istilah atau penamaan yang berbeda-beda meskipun mengacu pada hal yang sama, untuk itu guna menghindari kekaburan dalam memahami kedua pendekatan ini, berikut akan dikemukakan penamaan  yang  dipakai  para akhli dalam penyebutan kedua istilah tersebut seperti terlihat dalam tabel  1 berikut  ini :

Lebih lanjut Klik Disini

Pemilihan Masalah dan Kerangka Teoritis Penelitian

Leave a comment

Hasan Mustafa/2001

        Bagi sebagian besar peneliti, upaya penetapan masalah penelitian bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Beberapa peneliti, berdasarkan pengalaman mereka, menghabiskan beberapa hari atau bahkan minggu atau bulan untuk memikirkan masalah yang akan ditelitinya. Mengapa masalah penelitian tidak mudah ditemukan?. Pertama, karena masalah yang dipilih oleh peneliti seyogianya mampu memotivasi peneliti untuk bekerja keras dan penuh semangat. Kedua, masalah yang akan diteliti tidak hanya menarik bagi dirinya sendiri, melainkan juga bisa memperoleh penghargaan dari pihak lain. Ketiga, informasi atau data yang berkaitkan dengan masalah tersebut bisa harus diperoleh. Keempat, peneliti harus yakin bahwa dia mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang berkaitan dengan masalah yang dipilihnya.

Masalah, dalam bahasa sehari-hari dan juga dalam konteks penelitian dapat diartikan banyak. Pertama, kita mengatakan sesuatu hal adalah masalah jika hal tadi bersifat negatif. Sakit, lapar, rugi, kualitas buruk, kinerja tidak sesuai harapan, target tidak tercapai, dan lain sebagainya. Jadi jika seseorang ditanya “Ada masalah?”, dan jawabnya “tidak”, maka dia merasa tidak ada hal yang dianggapnya negatif. Kedua, masalah tidak selalu harus berarti yang “something wrong”, yang perlu segera ditanggulangi. Masalah dalam penelitian dapat saja “sekedar” berupa hal yang menarik untuk diteliti bukan karena “keburukannya”, tetapi justru karena “kebaikannya”, “kehebatannya”, atau “keunikannya”. Misalnya saja, ada sebuah organisasi yang menerapkan suatu sistem kerja baru yang berhasil meningkatkan kinerja organisasi tersebut, oleh karena itu sistem kerja baru tersebut menarik untuk diteliti, dan hal tersebut dapat dijadikan sebagai masalah penelitian. Ketiga, masalah juga  kadang diartikan sebagai topik atau isu suatu diskusi atau pembicaraan. Misalnya, tidak jarang kita mendengar orang berkata : “Masalah yang akan dibicarakan minggu depan adalah teknik memasak ikan”. Keempat, masalah juga banyak dimaknakan sebagai suatu kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jika seharusnya (harapan) pegawai masuk pukul 07.00 wib., namun kenyataannya sebagian besar mereka masuk pukul 08.00, maka di dalamnya ada masalah.

Lebih Detail Klik Disini

Beasiswa AMINEF Fulbright 2013 – 2013

1 Comment

Mengenyam pendidikan di luar negeri, bukan hal sulit untuk Anda raih. Berbagai penawaran beasiswa kini diberikan untuk memudahkan siapa saja melanjutkan studi ke luar negeri.

Baru-baru ini, salah satu yayasan pertukaran pelajar antar Indonesia dan Amerika, American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) melalui program beasiswa Fulbright menyediakan beasiswa untuk semua program S2, S3, Ph.D, Penelitian, dan program non-gelar untuk tahun ajaran 2012-2013.

Berikut cara mengajukan aplikasi untuk mendaftar:

  1. Isi aplikasi pendaftaran yang bisa diunduh di laman resmi Fulbright atau melalui kantor Aminef,
  2. Menyertakan berkas fotokopi Test of English as Foreign Language (TOEFL), baik TOEFL nasional ataupun Internsional yang berlaku hingga dua tahun.
  3. Surat rekomendasi dari atasan, dosen maupun pembuat kebijakan di kampusmu.
  4. Transkrip nilai yang sudah diterjemahkan dan dilegalisir
  5. Fotokopi KTP dan Passport

Adapun persyaratan pelamar sebagai berikut:

  1. Memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, komitmen dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
  2. Mengetahui budaya Indonesia dan Amerika guna pertukaran budaya yang diharapkan menjadi jembatan dalam mempererat hubungan bilateral antar kedua negara.
  3. Berkomitmen pada program studi yang dipelajari atau pada penelitian yang diajukan
  4. Bersedia kembali ke Indonesia setelah mendapatkan gelar
  5. Bersedia membaktikan ilmu yang didapat sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat.

Daftarkan diri Anda melalui situs Fulbright, atau untuk lebih lengkapnya, langsung ke kantor Aminef di CIMB Plaza lantai tiga, Jalan Jendral Sudirman Kavling 25, Jakarta. Tenggat waktu untuk mendaftar di tahun ajaran 2012-2013 ini adalah 15 April 2012. Walaupun masih lama, baiknya Anda persiapkan sejak sekarang.

Resource Disini

TEKNIK SAMPLING

Leave a comment

Hasan Mustafa /2000

       Sampel adalah sebagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi.

Berbagai alasan yang masuk akal mengapa peneliti tidak melakukan sensus antara lain adalah,(a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti; (b) keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian; (c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi – misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadi kekeliruan. (Uma Sekaran, 1992); (d) demikian pula jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk

Agar hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel masih tetap bisa dipercaya dalam artian masih bisa mewakili karakteristik populasi,  maka cara penarikan sampelnya harus dilakukan secara seksama. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel .

      Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen produk tersebut. Jika yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan “X”, maka populasinya adalah keseluruhan laporan keuangan perusahaan “X” tersebut, Jika yang diteliti adalah motivasi pegawai di departemen “A” maka populasinya adalah seluruh pegawai di departemen “A”. Jika yang diteliti adalah efektivitas gugus kendali mutu (GKM) organisasi “Y”, maka populasinya adalah seluruh GKM organisasi “Y”

 

         Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen penelitian. Artinya dalam populasi tersebut terdapat 30 elemen penelitian. Jika populasinya adalah pabrik sepatu, dan jumlah pabrik sepatu 500, maka dalam populasi tersebut terdapat 500 elemen penelitian.

Bagaimana syarat sample yang baik itu? Klik disini

STATISTIKA DAN PROBABILITAS

1 Comment

Pendahuluan

Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian.

Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terebih dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika.

Dinegara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat.

Sejauh itu ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini.

 

Statistik dan Statistika

Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu.

Contoh :

Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.

Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunanya.

Lebih lanjut download

Jenis-jenis Penelitian Ilmiah

Leave a comment

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

 

  1. A.    Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:

Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;

Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

 

  1. B.     Berdasarkan Bidang yang diteliti:

Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.

Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

 

  1. C.    Berdasarkan Tempat Penelitian :

Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;

Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;

Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

 

  1. D.    Berdasarkan Teknik yang digunakan :

Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

 

  1. E.     Berdasarkan Keilmiahan :
  2. Penelitian Ilmiah

Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:

Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:

Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

  1. a.      Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
  2. b.      Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
  3. c.       Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
  4. d.      Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
  5. e.       Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
  6. f.        Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
  7. g.      Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
  8. h.      Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

 

  1. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)
    1. Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
    2. Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel: masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.

 

Penelitian secara umum :

  1. Penelitian Survei:
    1. Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
    2. Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
    3. Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
    4. Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
    5. Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;

Penelitian ini dapat berupa :

  1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.
  2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
  3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
  4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
  5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
  6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;

 

 

  1. Grounded Research

Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan  generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.

 

TUJUAN PENELITIAN :

Secara umum ada empat tujuan utama :

  1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
  2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
  3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
  4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)

 

PERANAN PENELITIAN

  1. Pemecahan Masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait;
  2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;
  3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru :

 

PERSYARATAN PENELITIAN :

  1. Mengikuti konsep ilmiah
  2. Sistematis/Pola tertentu
  3. Terencana

Penelitian dikatakan baik bila :

  1. a.      Purposiveness, Tujuan yang jelas;
  2. b.      Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
  3. c.       Testability, Dapat diuji atau dikaji;
  4. d.      Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;
  5. e.       Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
  6. f.        Objectivity, Bersifat objektif;
  7. g.      Generalization, Berlaku umum;
  8. h.      Parismony, Hemat, tidak berlebihan;
  9. i.        Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
  10. j.        Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

 

Sumber:

Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2003.

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.