A.Pengertian Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan berdasarkan paradigm, strategi, dan implementasi model secara kualitatif. Perspektif, strategi, dan model yang dikembangkan sangat beragam. Secara umum dalam penelitian kualitatif terdapat hal-hal berikut :
a.Data disikapi sebagai data verbal atau sebagai sesuatu yang dapat ditranporsikan sebagai data verbal
b.Diorentasikan pada pemahaman makna baik itu merunjuk pada ciri, hunngan sistematika, konsepsi, nilai, kaidah dan abstraksi formula pemahaman.
c.Mengutamakan hubungan secara langsung antara peneliti dengan hal yang diteliti
d.Mengutamakan peran peneliti sebagai instrument kunci.

Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai penelitian yang temuan- temuanya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lain. Contohnya, dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat hidup, dan prilaku seseorang, peranan organisasi, gerakan social, atau hubungan timbale balik. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif.

Bodgan dan Taylor (1975: 5) mendefenisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskristif berupa kata-kata tulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Menurut mereka, pendekatan ini di arahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu kebutuhan.

Pengajian penelitin kualitatif atau inkuiri alamiah telah di lakukan terlebih dahulu oleh williem dan rauscha ( 1969), kemudian hasil mereka di ulas lagi oleh guba dan ahirnya di simpilkan atas dasar tersebut beberapa hal sebagai berikut:
1.Penelitian kualitatif adalah penelitian inkuiri naturalistic atau alamiah.
2.Sejauah mana tingkat kenaturalistikannya merupakan kemapuan yang di lakukan oleh peneliti.
3.Peneliti harus mampu memberikan stimulus atau kondisi anteseden yang mampu di respons oleh informan.
4.Peneliti harus mampu mengatasi respons dari subjek informansehingga hanya respons yang sesuai dengan tema saja yang di sampaikan informan.
5.Inkuiri naturalistic, peneliti tidak perlu konsepsi-konsepsi atau pemahaman teoretik tertentu mengenai lapangan.
6.Istgilah naturalistic merupakan istilah yang tidak memodifikasi gejala-gejala.

B.Karekteristik Penelitian Kualitatif
Metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh , rinci, dalam, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah (Miles and Huberman, 1994:6-7).

Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum nterhadap kenyataan social dari presfektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak di tentukan terlebuh dahulu tetapi di dapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan social yang menjadci fokus penelitian. Berdasarkan analisis tersebut kemudian di tarik kesimpulsan berupa pemahaman umum yang sifatnya abstrak tentang kenyataan-kenyataan ( hadjar, 1996:33-34).

Karakter khusus penelitian kualitatif berupaya mengungkap keunikan individu, kelompok, masyarakat atau oganisasi tertentu dalam kehidupannya sehari-hari secara komperehensif dan rinci. Pendekatan ini merupakan suatu metode penelitian yang diharapkan dapat menghasilkan suatu deskripsi tentang ucapan, lisan, atau perilaku yang dacpat di amati dari suatu individu, kelompok, masyarakat atau organisasi tertentu dalam suatu seting tertentu pula.

Dari hasil penelaahan keperpustakaan di temukan bahwa Botgan dan Biklen (1982,27-30). Mengajukan lima cirri penelitian kualitatif sedangkan lincolink dan guba (1985:33-44) mengupas 10 ciri penelitian kualitatif. Uraiandi bawah ini merupakan hasi pengkajain dan sintesis kedu persi tersebut.

1.Latar alamiah
Penelititian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu kebutuhan (entity). Hal ini dilakukan, menurut linclonk dan guba (1985,39), karena ontology alamiah menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai keutuhanyang tidak dapat di pahami jika di pisahkan dari konteksnya. Hal tersebut di dasarkan pada beberapa asumsi berikut.
1.Tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang di lihat, karena itu peneliti harus mengambil tempat dalam konteks untuk keperluan keutuhan pemahaman.
2.Konteks sangat menentukaan dalam menetapkan apakah suatu penemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya.
3.Sebagian dari struktur nilai kontekstual bersifat determinatife terhadap apa yang akan di cari.

2.Manusia Sebagai Alat (Human Instrument)
Dalam penelitin kualitatif peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupkan alat pengumpulan data utama. Hal ini dilakukan karena jika memanfaatkan alat yang bukan manusia dan mempersiapkannya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan dalam penelitian klasik, maka sangat tidak mungkin untuk tidak mengadakan ppenyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan tang ada dilapangan. Hanya manusia sebagai instumen pulalah yang adcapa menilai apakah kehadirannya menjadi faktor pengganggu sehingga apabila terjadi hal yang demikian ia dapat menyadari serta dapat mengatasinya.

Bersambung…….